Hari Anak 2011
Jakarta - Sejarah mencatat, di masa perang merebut kemerdekaan, rakyat Indonesia memiliki karakter unggul. Semangat tinggi, heroisme membara, tak pantang menyerah, berani karena benar, dan memiliki semangat gotong-royong. Karakter unggul itu terbentuk salah satunya karena adanya pemimpin-pemimpin yang bersih, tidak korup, empati pada penderitaan rakyat, dan berwatak negarawan yang berkiprah aktif di dunia internasional. Bandingkan dengan kondisi kini, korupsi begitu marak. Rakyat pun banyak yang menempuh jalan pintas, malas, egois, dan tidak lagi menjalin persaudaraan yang kuat. Keadaan itu, bisa saja karena peran pemimpin bangsa yang dulu begitu unggul mulai terkikis dan melemah.
Akibat hal ini, rakyat Indonesia saat ini boleh dibilang penuh dengan berbagai problematika. Di kalangan generasi penerus, berbagai data menunjukkan kondisi memprihatinkan. Survei BKKN (2008) menunjukkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pranikah. Sangat menyesakkan! Hal ini dipengaruhi oleh maraknya pornografi. Indonesia disebutkan sebagai surga pornografi kedua setelah Rusia (Associated Press/AP, 2006). Fenomena plagiat karya ilmiah di perguruan tinggi meningkat (Kompas, 19 Februari 2010). Budaya menyontek juga semakin parah di kalangan pelajar. Contoh terakhir dalam hal ini adalah kasus nyontek massal ujian nasional SDN di Surabaya yang didukung oleh guru (Kompas, 5 Juni 2011). Survei Badan Narkotika Nasional (BNN, 2010) menunjukkan bahwa 4,57% atau lebih dari 920 ribu pelajar dan mahasiswa terlibat narkoba. Jumlah itu sudah menurun, dibandingkan 5,7% pada 2009.
"Kondisi itu terjadi salah satunya karena Indonesia kini mengalami krisis keteladanan pemimpin bangsa, sehingga kalau ada istilah darurat hukum, maka bisa dikatakan Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat keteladanan", tegas Anis Byarwati, S.Ag, M.Si, Ketua Bidang Perempuan DPP PKS. Lebih lanjut Anis mengatakan, "Pemimpin bangsa ini seharusnya produktif menghasilkan berbagai kebajikan, baik dalam tutur kata, sikap, maupun tingkah laku. Jika hal itu dilakukan, saya yakin hal ini akan menjadi daya dorong yg sangat kuat bagi anak-anak Indonesia utk meneladani kebajikan yang telah mereka gulirkan, sehingga generasi penerus Indonesia melahirkan berbagai prestasi yang membanggakan keluarga dan negara."
Dilatarbelakangi kondisi tersebut dan dalam rangka Hari Anak 2011, Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera menyerukan kepada seluruh pemimpin bangsa untuk bersama-sama menjaga kualitas kepemimpinannya, termasuk moralitas sehingga dapat menjadi teladan baik bagi generasi penerus. "Kami sangat menyakini bahwa generasi penerus, anak-anak bangsa adalah batu bata peradaban yang sangat menentukan baik atau tidaknya peradaban yang dibangun", ulas Anis. "Mari perhatian karakter anak bangsa, ayo beri keteladanan yang baik", seru Anis bersemangat.
Anis Byarwati, S.Ag, M.Si
Ketua DPP PKS Bidang Perempuan
Sumber: DPP PKS
( Humas DPW Jateng )
Oleh: H. Abdullah Haidir, Lc Ketua MPW PKS Arab Saudi Di masjid-masjid Arab Saudi kini dibacakan Qunut Nazilah dalam shalat…
Oleh : Musyaffa Ahmad Rahim Seorang murabbi yang sukses, ia akan mampu menciptakan hubungan yang sangat kuat dengan…
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Perkembangan rencana pembangunan taman safari 'Jawa Tengah (Jateng) Park' hingga saat ini belum…
Islamedia - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) wilayah Sulawesi dan Indonesia resmi ditutup,…
Islamedia - Hujan yang mengguyur wilayah Semarang seringkali mengakibatkan terjadinya banjir hingga menyebabkan banyak warga…